Dia yaitu cinta sejatiku meski banyak yang ingin mengambil daerah dihati ini, namun saya akan tetap menjaga hatiku semoga tidak termakan berpaling darimu. Hujan tornado sekalipun tidak sanggup melunturkan perasaan cintaku. Mungkin kita sudah ditakdirkan untuk bertemu, atau hidupku sudah digariskan untuk bersamamu? Aku nggak tahu dan nggak mau tahu. Yang niscaya ketika ini cinta kita sudah melekat. Aku dan beliau sama-sama jatuh cinta. Kami lantas bikin komitmen untuk menanam sebuah pohon kejujuran dan kesetiaan di dalam hati masing-masing.

Kami berjanji merawat dan menyiramnya dengan air kasih dan memberi pupuk cinta setiap hari. Tiap pagi kami akan saling menyapa dengan ucapan cinta, mengungkapkan sejuta kerinduan yang tak tertahankan dan mengecup mesrah kedua belah pipi walau berjauhan. Ini berlebihan? Oh, samasekali nggak! Benarkah? Iya. Karena cinta butuh saling menghangatkan, perhatian, kasih dan sayang. Jangan sekali-kali kau biarkan cintamu mendingin.

Dia yaitu cinta sejatiku meski banyak yang ingin mengambil daerah dihati ini Dia Adalah Cinta Sejatiku
Cinta sejati. Pixabay Images

Terlalu banyak cobaan. Kamu tidak sanggup bilang, ah, kami sudah saling tahu hati. Aku percaya beliau tetap setia mencintaiku meski kita tak saling berdekatan. Hmmm, hati-hati.. ‘mengutip kata-kata bijak; dalam maritim sanggup diduga, dalam hati apakah kau tahu?’ Aku pikir hanya Tuhan dan beliau yang tahu. Jadi, sebaiknya kita jangan lepas perhatian dan komunikasi, kalau ingin hubunganmu selalu langgeng dan bersemi. Betul nggak?

Cinta itu sanggup diibaratkan mirip bunga yang butuh dirawat, diperhatikan, disirami dan diberi pupuk. Tidak mungkin kau menyayangi seseorang hanya dengan kata-kata “aku mencintaimu” kemudian kau tinggal pergi. Apakah cinta itu sanggup tumbuh? Jangan harap! Besok kau kembali mendapat hampa. [Ike lawbers].

Aku tak pernah aib bilang sayang saya sangat merindukanmu kalau bertemu

Setiap pertemuan kuusahakan membuatnya senang dengan hal-hal sederhana. Sayang saya sungguh merindukanmu. Itu kata pertamaku ketika bertemu. Aku berdandan manis untuknya, mengubah beberapa penampilan, contohnya rambut baru. Aku juga menggunakan lipstik merah semoga terlihat lebih segar. Menyapanya dengan cinta penuh. Aku tidak mau hanya dibahagiakan. Kalau memang benar cinta, maka kau tidak perlu menunggu untuk katakan I love you.. I need you.. kau menunggu diperlakukan mirip putri, dimana pangeran harus berlutut untuk menyampaikan cinta dan memberimu seikat bunga mawar.

Memang mirip itu juga bagus, tapi saya pikir tidak semua laki-laki mau melaksanakan itu kepada wanita. Ada laki-laki yang suka spontanitas saja. Ketemu eksklusif memeluk, mengusap rambut, dan mungkin mengecup. Itu sudah cukup baginya. Tanda cinta nrimo yang beliau perlihatkan untukmu. Jangan memaksanya kalau kau tidak merasa puas. Lalu dalam hatimu berkata “Kok cuma begini ya?” “Apa beliau tidak rindu dan cinta aku?” “Bisa nggak sih kau romantis dikit aja?”

Apa kau ingin beliau bermain sandiwara denganmu? Berperan sebagai seorang laki-laki yang sangat romantis, akal-akalan mencintaimu padahal bahwasanya tidak? Terkadang tanpa sadar,  perempuan sangat ingin dibohongi, dan memaksa laki-laki melaksanakan semua itu untuk sanggup menyenangkan hatinya. Itu alasannya yaitu kita seringkali terjebak dengan film atau sinetron.

Biarkan beliau menyampaikan cinta apa adanya

Cinta sejati tidak membutuhkan itu dan ini untuk lebih meyakinkan seseorang semoga beliau tahu juga merasakannya. Tapi itu alami, tumbuh dari dasar hati sehingga kita sanggup mengalami dan karam bersama di dalamnya. Tentang cara kau memandang orang yang berada disamping kamu. Menerima dan mengerti, beliau kekasihmu. Biarkan kekasih kita menyampaikan isi hatinya. Saat itu kau sanggup melihat betapa ia yaitu cinta yang sesungguhnya yang kau cari selama ini.

Aku tidak mau menyimpan hati darimu, kau tahu tak ada yang tersembunyi

Ya, sejatinya cinta itu ada pada tiap keping hati. Dua hati yang sedang jatuh cinta tidak akan pernah menyembunyikan apapun antara satu dengan yang lain. Mereka saling mengerti dan menyebarkan senang dalam hal-hal kecil. Dan saya mencicipi itu dalam dirimu yang mungkin tak pernah ada pada laki-laki kebanyakan yang hanya tiba untuk pergi. Untuk itu, sedikitpun saya takkan biarkan kau lepas. Bukan harus mengikatmu, tapi akan kujaga jalinan tali kasih kita tetap erat. Bagaimana saya sanggup mengerti cinta yang terjalin ini kalau saya tak pernah mencicipi kau bersahabat di hati?

Bagiku, cinta itu mirip payung

Ia rela berair demi melindungi diriku. Payung tak sanggup menghentikan hujan, tapi payung sanggup melindungi saya dan dia. Menyatukan saya dan beliau berjalan bersama melalui hujan tornado sampai tiba di satu tujuan.

Hei, tolong dengarkan… saya mencintaimu dan bersedia membagikan perasaanku. Duduk denganmu, entahlah kau akan menyampaikan apa padaku, ingatlah kesepakatan kita “hujan pun panas kita tetap bangun di garis yang sama menjaga cinta kita. Memelihara pohon cinta kita.

Catatan: Peliharalah cintamu baik-baik, kalau tidak jangan kau menyesal alasannya yaitu beliau akan pergi. Cinta butuh dirawat, dan perlu kehangatan. Siapa yang ingin cintanya dingin? Yang terperinci saya tidak mau!

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *